Email: Official@akarbanir.org

Mengolah Sampah Bersama Anak-anak Omah Sawah

Kegiatan Sinau Bareng di Omah Sawah (9/4). (Dok/Akarbanir)

Yayasan Akar Banir kembali melaksanakan kegiatan pendidikan lingkungan hidup pengelolaan sampah di Omah Sawah, Dusun Gempol, Desa Ngesrepbalong pada Minggu (9/4). kegiatan yang didukung oleh PT Indonesia Power Semarang PGU, bekerjasama dengan LPPM Universitas Negeri Semarang. Kegiatan yang dilakukan bersama anak-anak Omah Sawah ini bertujuan meningkatkan pemahaman terkait kebersihan diri dan lingkungan serta sampah yang dihasilkan sehari-hari dan bagaimana pengolahannya. Materi edukasi yang diberikan adalah pengenalan konsep pengolahan sampah 3R (reduce, reuse dan recycle) hingga pemanfaatan barang-barang bekas menjadi benda yang dapat dimanfaatkan kembali (upcycle). pembelajaran dipandu oleh fasilitator Akar Banir dibantu oleh mahasiswa KKN-Giat Universitas Negeri Semarang.

Anak-anak yang hadir sangat antusias mengikuti rangkaian kegiatan. Selain mendapatkan materi pelatihan yang dipaparkan oleh fasilitator dari Yayasan Akar Banir, mereka juga melakukan praktik pembuatan kerajinan dari barang bekas seperti membuat benang menjadi tirai dan sedotan menjadi pajangan berbentuk ikan. “Pendidikan lingkungan hidup yang ditanamkan sejak dini menjadi pondasi karakter yang kuat untuk membentuk individu yang memiliki kesadaran lingkungan” Ungkap Moch Samsul Arifin, fasilitator dari Yayasan Akar Banir. 

Kegiatan Sinau Bareng di Omah Sawah merupakan kolaborasi antara Omah Sawah, LPPM Universitas Negeri Semarang, Yayasan Akarbanir, dan PT Indonesia Power Semarang PGU. (Dok/Akarbanir)

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan sekolah alam hijuanesia power tahun 2021. Implementasi dari -materi-materi yang telah diajarkan pada tahun sebelumnya. Sindi, pengelola Omah Sawah menegaskan bahwa pembentukan karakter melalui kegiatan berwawasan lingkungan dilakukan di Omah Sawah diharapkan menjadi pondasi bagi anak-anak di masa depan. “Fitrah manusia dilahirkan dengan potensi yang berbeda-beda, olah karena itu perlu memahami potensi setiap anak” pungkasnya.  

Kegiatan pendidikan lingkungan ini akan berlangsung sepanjang bulan ramadhan dengan tema yang berbeda pada setiap pertemuannya, muara dari kegiatan ini adalah kegiatan kemah konservasi yang akan diadakan selepas lebaran, dengan meramu pembelajaran yang sudah dilakukan dan dituangkan dalam video dokumenter sesuai dengan pilihan tema yang telah ditentukan. Video akan diproduksi oleh anak-anak Omah Sawah, dari mulai menulis jalan cerita, hingga pengambilan gambar. Harapannya, kegiatan pendokumentasian ini menjadi salah satu upaya kampanye dalam mendukung konservasi Gunung Ungaran. 

Pendidikan lingkungan hidup menjadi modal penting dalam membangun kesadaran antar generasi tentang konservasi Gunung Ungaran. Kegiatan ini dilakukan selain sebagai tindak lanjut kegiatan sebelumnya di Dusun Gunungsari, Desa Ngesrepbalong sekaligus menjadi komitmen penuh Yayasan Akar Banir bersama berbagai stakeholder dalam mendukung konservasi kawasan Gunung Ungaran. 

Tinggalkan Pesan

fourteen + five =