
Masyarakat Dusun Gunungsari, Desa Ngesrepbalong kembali menggelar tradisi iriban pada Jum’at (29/1) di sumber mata air Baon yang terletak di timur Pabrik Teh Medini, Limbanga, Kendal. Sesuai namanya, tradisi iriban atau irib memiliki makna urup (hidup atau menyala) yang memaknai sumber mata air sebagai sumber kehidupan. Tradisi ini bertujuan untuk merawat sumber air serta sebagai bentuk ucapan rasa syukur terhadap kelancaran mata air bagi masyarakat Dusun Gunungsari yang tinggal di Lereng Gunung Ungaran.
Tradisi dimulai dengan membersihkan sumber air atau sepanjang saluran air hingga rumah warga dari berbagai kotoran secara bergotong-royong. Masyarakat Dusun Gunungsari berduyun-duyun menuju mata air Baon untuk membersihkan mata air dan dilanjutkan kegiatan doa bersama. Kegiatan iriban ditutup dengan kegiatan makan bersama sebagai ungkapan rasa nikmat atas kelimpahan sumber daya alam yang telah alam berikan, sekaligus merekatkan ikatan sosial masyarakat Gunungsari.
“Meskipun hanya setahun sekali, kegiatan ini sebagai bentuk rasa syukur atas berkah berupa air yang mengaliri rumah-rumah setiap harinya” Ujar M Aroviq, Kepala Dusun Gunungsari. Ia menambahkan, Dusun Gunungsari memiliki 3 sumber mata air yakni terletak di Kebon Cino (sebelah barat perkebunan teh Medini), Kebun Kerok (terletak di atas Curug Lawe Secepit) dan Baon/Sumber Air Pamsimas (sebelah timur Pabrik Teh Medini). Ketiga sumber air tersebut rutin dilakukan tradisi iriban dengan tujuan utama menjaga lingkungan serta sebagai bentuk interaksi harmonis antara manusia dan lingkungan sekitarnya. Tradisi ini dilakukan pada tanggal-tanggal tertentu, seperti mata air Baon selalu dilakukan iriban setiap Bulan Januari dan mata air lainnya pada bulan Muharram atau menjelang musim kemarau.
Pengetahuan masyarakat terkait pentingnya menjaga lingkungan, terutama sumber mata air terus diproduksi dan disebarkan melalui berbagai tradisi yang dilakukan sepanjang tahun, salah satunya adalah iriban. Hal ini selaras dengan program Konservasi Gunung Ungaran berbasis komunitas masyarakat yang dilakukan oleh Yayasan Akar Banir sejak tahun 2021.
Yayasan Akar Banir berpusat di Kota Semarang dan berkegiatan di Kelurahan Ngijo, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang dan berkegiatan di seluruh Indonesia
2021@Yayasan Akar Banir