Memfasilitasi masyarakat melalui kegiatan pemberdayaan socio-enterprise dan peningkatan kapasitas untuk menciptakan masyarakat yang mandiri, mapan dan peduli terhadap lingkungan. Dengan semangat untuk menyelaraskan kehidupan masyarakat dengan kelestarian lingkungan hidup yang harmonis, bahwa keduanya harus memiliki hubungan timbal balik yang saling menguntungkan
PENGEMBANGAN “DESA WISATA KONSERVASI” DI KAWASAN GUNUNG UNGARAN
Projek tersebut merupakan upaya konservasi keanekaragaman hayati– melalui pengembangan Desa Wisata Konservasi sebagai strategi untuk mengurangi ketergantungan masyarakat lokal terhadap pemanfaatan sumberdaya alam di kawasan Gunung Ungaran. Pemanfaatan sumber daya alam yang dimaksud ialah pemanfaatan yang tidak terencana dan tidak memikirkan keberlanjutan ekosistem dan daya dukung alam bagi kelangsungan hidup manusia. Projek tersebut merupakan salah satu bagian kecil dari Ungaran Mountain Conservation Program (UmCP)yang kami inisiasi sejak tahun 2009 sampai sekarang. Dimana projek tersebut merupakan rangkaian dari upaya pemberdayaan masyarakat disekitar kawasan gunung ungaran selain aktivitas lainnya dalam UmCP antara lain inventarisasi dan monitoring keanekaragaman hayati flora dan fauna, pendidikan lingkungan, sosialisasi dan kampanye lingkungan, serta pemetaan potensi biodiversitas kawasan gunung ungaran. Adapun tujuan utama (objective) didalam projek “Pengembangan Desa Wisata Konservasi” tersebut antara lain ialah :
Proyek tersebut melibatkan masyarakat Dusun Banyuwindu Desa Limbangan Kecamatan Limbangan Kabupaten Kendal sebagai mitra utama sekaligus sebagai lokasi proyek baik laki-laki, perempuan, remaja maupun anak-anak. Selain masyarakat Banyuwindu, beberapa organisasi mahasiswa dan pemuda lokalpun turut berpartisipasi dalam beberapa aktivitas antara lain Kelompok Studi Burung (Bird Study Club) Pelatuk-Unnes, Kelompok Pemuda Pecinta Alam Limbangan “Morester” dan KPH Kedu Utara Perhutani I Jawa Tengah yang turut mendukung program pelestarian dan konservasi keanekaragaman hayati kawasan gunung ungaran.
Projek tersebut merupakan projek yang berbasis pada kegiatan pemberdayaan masyarakat sehingga dalam pelaksanaanya hampir seluruhnya dilakukan dengan pendekatan participatory rural appraisal (PRA) sehingga keterlibatan masyarakat mulai dari perencanaan, pelaksanaan dan bahkan kegiatan evaluasi dari setiap aktivitasnya menjadi prioritas dalam setiap pelaksanaannya. Setiap aktivitas dari projek tidak serta merta melibatkan seluruh kelompok usia dari masyarakat hanya saja seluruh aktivitas tersebut dikoordinasikan oleh satu kelompok yakni kelompok desa wisata misal aktivitas pelatihan peningkatan nilai jual produk lokal dilakukan dengan kelompok Ibu-ibu, aktivitas pendidikan lingkungan dilakukan bersama dengan anak-anak dan kegiatan rehabilitasi dilakukan dengan kelompok tani bapak-bapak dusun setempat.
Yayasan Akar Banir berpusat di Kota Semarang dan berkegiatan di Kelurahan Ngijo, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang dan berkegiatan di seluruh Indonesia
2021@Yayasan Akar Banir